Arsip Tag: pikiran masyarakat

Conny Tiluata, Pejuang Aspirasi Rakyat Kupang!

Banyak sekali yang suka menyuarakan pendapat sebagai salah satu perjuangan atas pikiran rakyat. Nah kali ini ada seorang pejuang aspirasi rakyat yang berasal dari kupang.

Kembali lagi dirubrik #SosokCatatanBackpacker, yaitu rubrik yang membantu kami sepanjang perjalanan kami dan menjadi inspirasi kami. Sekarang, Yud akan menulis tentang seseorang yang membantu Yud selama di Kupang.

“Yud, sehabis makan kita langsung ke pasar beli gas ya. Kamu angkat tabung gas itu.”

Saya masih teringat ajakan Kak Con saat itu. Saat pertama kali menginjakkan kaki di Kupang, saya menumpang di rumah Kak Conny, salah satu Couchsurfer yang aktif di Kupang. Sesaat baru saja sampai, saya langsung diajak keliling oleh Kak Con sambil mengangkat tabung gas. Saya cukup terengah mengangkat tabung gas itu.

Beliau menjemput saya ketika saya tiba di Kupang. Saya disambut dengan senyum dan pelukan hangatnya. Saya meresponnya dengan hangat. Satu lagi kebaikan yang saya terima dari orang yang baru saya kenal. Padahal, awalnya saya cukup ragu apakah saya akan bertemu dengannya.

Beliau merupakan seseorang yang sangat aktif menyuarakan aspirasi rakyat Kupang. Dari mulai keadilan rakyat hingga aneka masalah sosial. Beliau juga seorang yang mengurus suatu organisasi non profit untuk membantu anak-anak yatim piatu.

Dirumahnya, saya diajarkan banyak hal tentang arti bersyukur. Ada 4 orang anak asuh dirumah Kak Con yang membantu kak Con menjalankan semua kegiatannya. Dari mulai memasak, mencuci, hingga membersihkan rumah. KakCon membiayai semua biaya sekolah dan hidup anak asuh tersebut.

Beliau juga memasak Se’i sapi, dan itu merupakan menu yang paling pertama saya coba. Rasanya nikmat sekali. Beliau bilang, kalau belum makan Sei, artinya belum ke Kupang. Saya juga ditemani keliling Kupang, dari ujung ke ujung!

Conny Tiluata, seorang wanita yang berhati mulia. Tidak pernah takut untuk memperjuangkan hak anak Yatim dan selalu membantu orang yang membutuhkan. Salut!

Teringat suatu momen, dimana malam itu saya mengobrol cukup panjang dengan kak Con, tentang kisah hidup dan keluarga masing-masing sambil membuka album kenangan. Intim sekali.

Sampai bertemu lagi, Kak Con!