Romelu Lukaku Siap Berjuang Habis-habisan Bersama Jose Mourinho

Jose Mourinho adalah sosok utama yang mengangkat Romelu Lukaku dari Everton ke Manchester United. Setelah usai dari Piala Dunia 2018 kemarin, pamor dari Romelu Lukaku kian menanjak karena performa sempurnanya sebagai penyerang dari timnas Belgia. Namun Lukaku ini bukan diangkat setelah performanya sebaik itu. Romelu Lukaku diangkut ke Manchester United oleh Mourinho sejak Juli 2017. Hanya setahun dibawah pelatihan dari Jose Mourinho, Lukaku dapat memperlihatkan kepada dunia dirinya sudah jauh berbeda. Tidak heran, Lukaku seperti mendewakan Jose Mourinho dan siap berjuang keras bersama Mourinho.

Dalam wawancaranya, Romelu Lukaku mengaku bahwa dirinya adalah salah satu pemain favorit dari Mourinho. Hal tersebut bukanlah karena dirinya yang humoris atau tampan tapi karena dirinya selalu menuruti apa perintah dari pelatih anyar tersebut. Romelu Lukaku hampir selalu mengikuti semua pertandingan setan merah sejak dirinya bergabung. Rasa hormatnya kepada sang pelatih akan ditunjukkannya dengan perjuangan keras. Romelu Lukaku siap berjuang habis-habisan bersama Jose Mourinho untuk Manchester United.

Hal tersebut sangat mencerminkan bahwa hubungan antara Jose Mourinho dengan para pemainnya sangat dekat. Kabar-kabar di media akhir-akhir ini yang selalu menghembuskan angin negatif soal hubungan buruk antara Jose dan pemainnya adalah tidak benar. Meski sepak terjang Manchester United saat ini masih sedikit kurang memuaskan, namun Romelu Lukaku bersama dengan rekan akan berjuang keras untuk berjaya kembali.

Kembali Beredar Rumor Jose Mourinho Akan Dipecat

Semakin tinggi sebuah pohon maka semakin kencang pula angin yang harus dihadapi oleh pohon tersebut. Hal itu pun berlaku bagi Jose Mourinho yang pernah menjadi pelatih terbaik di tahun 2010 Versi FIFA Ballon d’Or. Jose Mourinho menyimpan sangat banyak pengalaman dan kenalan lewat karirnya. Tidak tanggung-tanggung, Dirinya sudah menjelajahi Liga Inggris, Spanyol bahkan Liga Italia. Setiap Liga tentunya memiliki ciri khas permainan masing-masing namun dirinya dapat menyesuaikan diri dengan sangat baik sehingga dirinya akan sulit untuk pensiun muda. Tawaran akan selalu membanjiri dirinya jika Jose tidak memiliki ikatan dengan salah satu klub sepakbola. Namun anehnya, akhir-akhir ini sering terdengar rumor bahwa Jose Mourinho akan dipecat oleh Manchester United.

Kabar tersebut tentunya sangat mencoreng nama baik dirinya. Aksinya yang sering berteriak di lapangan hijau membuat dirinya seolah menyalahkan para pemain. Hal itu pun membuat dirinya mendapat banyak kritikan dan ejekan dari para netizen dan fans dari berbagai media. Meski begitu, secuil berlian tetaplah berlian, sebongkah batu tetaplah batu. Banyak tokoh-tokoh dan penggiat sepak bola yang mulai bermunculan untuk melakukan pembelaan untuk dirinya.

Terakhir setelah Setan merah bertanding seri melawan Crystal palace kembali menuai kabar pemecatan dirinya karena MU tertahan di posisi ke 7 jauh tertinggal oleh Manchester City dan Liverpool. Hal tersebut sempat membuat Legendaris Manchester United, Giggs buka suara untuk melakukan pembelaan untuk Mourinho.

Gol Menit Terakhir Selamatkan Lazio Saat Bertanding Melawan AC Milan

Lazio dan AC Milan adalah dua klub besar di Serie A Liga Italia, meraih gol ke gawang kesebelasan salah satu klub ini tentunya bukanlah hal mudah. Permainan penuh dengan teknik dan strategi adalah salah satu ciri khas dari klub besar di liga Italia Serie A. Dan kedua klub tersebut sudah sangat lama berlaga di Liga tersebut sehingga mereka telah benar-benar mengetahui siapa yang sedang mereka hadapi.

Di babak pertama, Lazio dengan semangat membara membahayakan gawang Ac Milan. Namun sayangnya, tembakan dari Marco Parolo tersebut sedikit melenceng di atas mistar gawang Milan. Tanpa ragu, Kesebelasan AC Milan membalas serangan namun untungnya berhasil di tangkis oleh Kiper Lazio. Sekitar menit 30, Lazio sempat mencetak 1 gol ke gawang Milan namun tertangkap bahwa terjadi offside oleh wasit sebelum gol tersebut terjadi. Ritme pertandingan di babak pertama lumayan cepat berubah, dan alhasil tidak ada gol sama sekali yang berhasil tercipta di babak pertama tersebut.

Pada babak kedua, Lazio tampak semakin mendominasi permainan dan memberikan tekanan-tekanan yang berbahaya di lini pertahanan AC Milan. Namun sayangnya tidak berhasil membuahkan gol pada awalnya, malah naasnya, terjadi gol pertama di gawang Lazio. Gol tersebut tercipta dari tembakan kessie yang kemudian membentur tubuh Wallace sehingga tidak dapat ditangkis oleh Kiper Lazio. Tak hanya sampai disitu, Lazio semakin berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan 1 skor itu, yang akhirnya berhasil dicetak oleh Joaquin Correa di menit ke 94.

Kabar : Ibrahimovic Dan AC Milan

Akhir-akhir ini beredar kabar di mana AC Milan sepertinya berniat untuk memboyong Zlatan Ibrahimovic kembali ke Liga Italia Serie A. Namun hal tersebut tidak mendapat tanggapan yang cukup positif dari Ibrahimovic sendiri. Ibrahimovic dulunya adalah salah satu mantan penyerang di AC Milan sejak tahun 2010. Pada waktu itu, AC Milan memboyong dirinya ke Serie A dari La Liga dengan status pinjaman dari Barcelona. Saat itu dirinya merasa senang dapat bermain di Serie A, Liga penuh taktik dan teknik. Namun sangat disayangkan pada tahun 2012, Ibrahimovic ditransfer ke PSG dengan harga 20 Juta Euro. Ibra sempat mengaku bahwa dirinya sebenarnya enggan untuk pindah ke Liga Perancis.

Dirinya terpaksa harus pindah ke Paris Saint Germain karena dirinya dijual sebelum kontraknya dengan AC Milan usai sampai tahun 2014. Saat ini, dirinya akan berpikir kembali jika dirinya ditawarkan untuk kembali ke Serie A melalui AC Milan. Saat ini Zlatan Ibrahimovic sedang bermain untuk LA Galaxy dan masih belum ada kabar kepindahan pasti dari dirinya.

Berdasarkan wawancara dan pendapat dari Galliani beberapa waktu lalu, diduga kuat AC Milan menginginkan Zlatan Ibrahimovic untuk kembali bermain untuk AC Milan. Hal tersebut diperkuat lagi karena penyerang dari AC Milan Gonzalo saat ini sedang dalam masa penyembuhan. Tapi bagaimanapun, Adriano Galliani dan Zlatan Ibrahimovic sepertinya akan sulit untuk dipertemukan kembali sebagai rekan.

Serie A Akan Lebih Bergengsi Lagi Dengan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic adalah salah satu pemain kelas dunia dengan talenta yang luar biasa. Pengalaman dari seorang Ibrahimovic sebagai seorang penyerang sudah tidak dapat diragukan lagi, Juventus, Inter Milan, Manchester United, Barcelona, Paris-Saint Germain, AC Milan telah berebut pemain satu ini di masa gemilangnya. Saat ini Ibrahimovic sudah berumur 37 tahun, dirinya saat ini sudah tidak lagi mengisi klub raksasa seperti dulunya. Ia sekarang bermain untuk LA Galaxy.

Liga Italia Serie A terkenal dengan liga penuh taktik, ritme permainan memang sedikit lambat, namun setiap penetrasi pasti akan dengan cepat tereksekusi. Ibrahimovic adalah salah satu aktor utama di Serie A dulunya, skill dalam mengelabui lawan, merebut bola, hingga melepas tembakan keras sudah seperti makanannya dulu. Hal tersebut pula yang membesarkan namanya di dunia sepakbola internasional. Pria jangkung ini dipercaya akan meningkatkan pamor Serie A jika dirinya bermain di dalamnya. Hal tersebut dibenarkan oleh Galliani, salah satu mantan rekannya saat berkiprah di Serie A dulunya.

Menurut Galliani, Saat ini pamor Serie A sudah naik sehubungan Cristiano Ronaldo telah pindah ke Juventus. Namun akan lebih sempurna lagi jika Ibrahimovic juga berada di dalamnya. Kedua pemain ini, memiliki fans yang sangat banyak terutama Ibrahimovic di kawasan Italia. Beredar rumor bahwa adanya pertimbangan klub-klub besar Serie A akan memboyong Ibrahimovic kembali ke Liga mereka. Namun sampai saat ini belum ada konfirmasi jelas klub mana yang benar-benar serius untuk membawanya kembali di Serie A.

3 Besar Balon d’Or Tampaknya Tanpa Messi & Ronaldo

Siapa tak kenal pemain kondang Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, Mereka berdua bak simbol dari olahraga sepakbola. Sedikit saja menyinggung soal sepak bola, kedua nama ini kerap langsung dibicarakan. Kabar dari diri mereka berdua pun tidak pernah luput dari media layaknya artis internasional. Hal tersebut sudah tidak heran lagi karena memang mereka berdua memiliki karir yang sangat gemilang di dunia sepakbola. Keahlian yang fantastis, wajah yang rupawan dan juga tubuh yang atletis membuat diri mereka semakin diidolakan masyarakat dunia. Penghargaan demi penghargaan yang mereka dapatkan seolah sudah hal yang biasa bagi diri mereka. Namun baru-baru ini, penghargaan paling bergengsi di dunia sepakbola Balon d’Or baru akan diumumkan di akhir tahun 2018 ini. 3 Besar Balon d’Or tampaknya tanpa Messi & Ronaldo.

Hal tersebut tentunya di luar dari dugaan dan ekspektasi para fans mereka berdua. Performa mereka saat bersama tim nasional dari negara mereka masing-masing sepertinya menjadi faktor bagi mereka. Karier mereka berdua di ajang piala dunia 2018 ini kurang kinclong, timnas negara mereka tidak sempat masuk sampai ke babak semifinal. Adapun berita yang tidak terverifikasi tentang 2 pemain akbar ini yakni seperti Ronaldo tidak akan mendapatkan penghargaan karena pindah ke Juventus atau Messi tidak dapat penghargaan karena performa dirinya buruk di timnas maupun di klub.

Australia Dominan Saat Melawan Lebanon Di Pertandingan Persahabatan

Dalam rangka pertandingan persahabatan, Australia baru saja menjamu kesebelasan timnas Lebanon ke markas besarnya. Australia dominan saat melawan lebanon di pertandingan persahabatan tersebut. Hal tersebut memang terlihat jelas dimana penguasaan bola sangat dikontrol oleh kesebelasan timnas Australia. Berikut sepintas pertandingan Australia melawan Lebanon di International Friendly 2018 ini.

Di awal pertandingan Australia dan Lebanon tampak bermain dengan santai dan sangat berhati-hati dalam membangun serangan. Di menit ke 19, Kesebelasan Australia akhirnya berhasil membobol gawang timnas Lebanon melalui Martin Boyle. Setelah tertinggal 1 skor, tampak kesebelasan Lebanon bermain lebih hati-hati dan memperkuat lini pertahanan mereka. Di waktu yang sama, Australia sama sekali tidak mengendorkan ritme permainan mereka. Dengan ganas, serangan demi serangan dilancarkan oleh Australia. Di menit ke 41 babak pertama, kembali Lebanon kebobolan oleh Martin Boyle. Babak pertama pertandingan Lebanon berhasil didominasi oleh timnas Australia.

Setelah rehat, Lebanon tampak mengubah taktik permainan untuk mengejar skor Australia. Namun taktik tersebut tidak banyak merubah keadaan, Lebanon tetap tak sanggup menghadapi kesebelasan Australia. Di menit ke 68, Australia kembali berhasil memetik skor lewat Mathew Leckie. Setelah memimpin 3 skor, Timnas Australia baru sedikit mengendorkan ritme permainan. Australia menarik pemain-pemain bintangnya, begitupun Lebanon tidak sanggup menghempaskan tembakan ke gawang Australia. Dalam pertandingan tersebut, Lebanon memiliki 7 kali kesempatan tembakan, namun tidak ada yang membahayakan gawang Australia sama sekali.

Swiss Gol Ke Babak Semifinal UEFA 2018

Swiss gol ke babak semifinal UEFA 2018 setelah berhasil mengalahkan Belgia. Hal yang sangat tidak disangka karena Belgia berada di posisi ketiga di ajang piala dunia 2018. Belgia sempat dengan gagah memimpin pertandingan namun tak disangka berhasil dibalas oleh Swiss. Tidak tanggung-tanggung, Haris Seferovic berhasil Hattrick pada pertandingan tersebut. Berikut ulasan singkat pertandingan tersebut.

Pada babak pertama, dengan sangat cepat Belgia mencetak gol pertamanya hanya di menit kedua saja. Gawang Swiss tersebut dibobol oleh Thorgan Hazard dengan sangat mudah. Seakan ingin unjuk gigi, Thorgan Hazard kembali mencetak gol 15 menit kemudian di menit ke 17. Hal tersebut membuat para supporter dan fans Timnas Swiss lemas seketika. Namun tak disangka 2 gol tersebut tidak membuat mental kesebelasan Swiss menjadi down. Swiss mencetak gol pertama mereka di menit ke 26 lewat eksekusi penalti oleh Ricardo Rodriguez. Selang tak lama, Haris mengambil posisi pencetak gol kedua di menit 31. Tak mau kalah dengan Thorgan Hazard, haris kembali mencetak gol ke gawang Belgia di penghujung babak pertama.

Di babak kedua, Gawang Belgia kembali dibobol pada menit ke 62 oleh Nico Elvedi sehingga skor menjadi 4-2. Hal yang sangat tidak disangka oleh para pecinta sepakbola, Swiss berhasil mencetak gol kelima mereka di menit ke 84. Hal tersebut membuat Swiss menang banyak dari Belgia dan mendapatkan tiket untuk maju di babak semifinal UEFA 2018.

Indonesia Gagal Unggul Dari Thailand Di AFF CUP 2018

Timnas Indonesia kemarin baru saja bertanding dengan timnas Thailand di ajang liga AFF 2018. Sempat memimpin skor namun pada akhirnya timnas Indonesia harus mengakui kekalahan dari Timnas Thailand. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadium Rajamangala yang merupakan Stadium akbar dari Negara Thailand. Meski kalah, Timnas Indonesia telah bermain cukup apik di negara tetangga tersebut. Berikut ulasan singkat dari pertandingan Thailand Vs Thailand di ajang piala AFF 2018 tersebut.

Di babak pertama, awal pertandingan dimulai dengan ritme yang cukup lambat. Sudah seperti ciri khas timnas Indonesia dimana selalu mengukur kekuatan dari lawan terlebih dahulu. Namun di pertengahan babak pertama, Indonesia dengan semangat empat lima menggempur lini pertahanan Thailand dan mencetak gol pertama. Gol tersebut dicetak oleh Zulfiandi pada menit ke 29 pertandingan tersebut. Namun sayangnya, Gol tersebut berhasil dibalas hanya 9 menit kemudian oleh Timnas Thailand lewat Korakod Wiriyaudomsiri. Diperparah lagi pada penghujung babak pertama, Thailand berhasil membobol gawang Indonesia lewat Pansa Hemviboon.

Pada babak kedua, Timnas Indonesia juga berhasil dibobol 2 gol oleh Timnas Thailand. Kedua Gol dicetak oleh Adisak dan Pokklaw masing-masing pada menit ke 65 dan 74. Pada penghujung pertandingan Indonesia berhasil mempersempit skor lewat Fachrudin Aryanto tepat di menit ke 89. Pertandingan Thailand melawan Indonesia berakhir dengan skor 4-2. meski tertinggal 2 skor, namun dari dominasi bola, Timnas Indonesia dan Thailand bisa dibilang sangat seimbang sehingga menciptakan pertandingan yang sangat seru.

 

Belanda Berhasil Menang Dari Perancis Di Liga UEFA 2018

Tim Nasional Perancis baru saja membawa piala paling bergengsi senatero setelah menang di ajang Piala Dunia 2018. Namun hal tersebut tidak membuat tim nasional Belanda dalam menghadapi mereka. Tim nasional Belanda baru saja berhasil mengalahkan tim nasional dari Perancis dalam ajang Liga UEFA dini hari pagi tadi. Kesebelasan Perancis tersebut tidak tanggung, harus menelan kekalahan 2 angka dengan skor akhir 0-2.

Di awal pertandingan saja, Belanda tanpa ragu menyerang lini pertahanan Perancis dengan sempurna namun sayangnya tidak berhasil di eksekusi dengan baik oleh Georgini. Seakan tidak mau kalah, tim nasional juga membalas serangan tersebut dengan manuver berbahaya di lini pertahanan Belanda namun sayangnya berhasil digagalkan. Balas membalas pada babak pertama tersebut akhirnya baru berhasil menghasilkan 1 skor dari Belanda melalui Georgini di penghujung babak pertama tersebut.

Di babak kedua, atmosfir permainan kedua tim nasional baik Belanda maupun Perancis tersebut pun semakin memanas. Banyak pelanggaran yang terjadi pada pertandingan tersebut yakni 9 dari Belanda dan 14 pelanggaran dari timnas Perancis. Tidak biasanya panen kartu kuning, Timnas Perancis tidak tanggung-tanggung mendapat 4 kartu kuning dari wasit pada pertandingan tersebut. Persaingan timnas Belanda dan Perancis sangat sengit dalam babak kedua ajang Liga Negara Eropa tersebut. Namun hampir sama dengan babak pertama, di penghujung babak Belanda kembali berhasil mencetak 1 skor. Hanya saja pada Gol penghujung babak kedua tersebut melalui tendangan dari titik putih lini pertahanan Perancis.