Arsip Tag: Dele Alli

ali

Dele Alli, Suara Anti Rasisme Sepakbola Bisa Masif

Inggris internasional bersatu dalam tanggapan mereka setelah kemarahan terhadap kebrutalan polisi terhadap Afrika-Amerika dihidupkan kembali ketika George Floyd, seorang Amerika kulit hitam berusia 46 tahun, meninggal ketika seorang polisi putih berlutut di lehernya selama hampir sembilan menit.

“Sebagai pemain, kami tahu kami adalah panutan bagi banyak orang,” kata Alli. Sepak bola bisa menjadi suara yang besar. Kita manusiawi seperti orang lain, dan kita merasakan sakit seperti orang lain.

“Saya harap kita hidup sekarang di saat dalam sejarah yang masif,” katanya. “Saya berharap ini adalah saat kita melihat perubahan nyata, dan perubahan permanen. Saya berharap ini adalah saat kita melihat kesetaraan untuk setiap ras, setiap jenis kelamin, semuanya.”

Ada upeti dan pesan pembangkangan dari seluruh Liga Premier. Tyrone Mings bergabung dengan protes di Birmingham pada hari Kamis. Di Jerman, Jadon Sancho mengungkapkan kaus ‘Keadilan untuk George Floyd’ setelah mencetak gol untuk Borussia Dortmund melawan Paderborn.

“Anda dapat melihat dari pesan kuat dari semua orang – dari orang-orang dengan platform yang besar serta jumlah yang luar biasa dalam protes jika banyak orang mengharapkan perubahan,” ujar Alexander.

“Sekarang, sementara semua orang bereaksi, semoga kita dapat berubah menjadi lebih baik dan memiliki dampak positif, dan ketika para pemain bola berusaha dan membantu sebanyak yang kita bisa,” katanya.

Alli menambahkan: “Trent tahu PlayStation lebih baik dari saya, tetapi saya pikir ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengembalikan sesuatu. Saya bermain Paulo Dybala – jika dia seperti dia berada di lapangan dia akan menjadi pemain yang baik.

“Pasti akan berbeda,” kata Alexander-Arnold. “Kami melakukan latihan saban hari tanpa adanya fans jadi saya membayangkan mungkin kami dapat melakukan adaptasi dengan cepat untuk hal tersebut. Laga awal mungkin aneh namun kami akan terbiasa setelah itu maka semua orang pasti beranggapan normal.”

“Apa pun yang kita lakukan, itu dibangun di dalam diri kita untuk ingin menang,” katanya. “Sangat menyenangkan bermain di depan penggemar Anda, tetapi semua orang masih punya banyak hal untuk dimainkan.”

Ajax Curi Kemenangan di Kandang Spurs

Ajax Curi Kemenangan di Kandang Spurs

Tuan rumah Tottenham Hotspur harus rela menelan kekalahan di laga leg pertama semifinal Liga Champions kala menjamu Ajax Amsterdam di Tottenham Hotspur Stadium Rabu dini hari WIB.

Meski tampil di kandang lawan, Ajax terlihat sama sekali tidak gentar seperti apa yang mereka tunjukkan di babak sebelumnya kala menyingkirkan dua klub besar Eropa yakni Real Madrid dan Juventus.

Permainan spartan para pemain Ajax langsung berbuah hasil di menit ke-15 setelah Dony van de Beek sukses mencatatkan namanya di papan skor usai menjebol gawang Spurs meneruskan umpan yang dikirimkan oleh Hakim Ziyech.

Spurs yang tampil tanpa diperkuat dua penyerang utama mereka yakni Harry Kane serta Son Heung-min terlihat kesulitan memberikan ancaman ke gawang Ajax yang dikawal oleh Andre Onana.

Jelang pertandingan babak pertama berakhir, Spurs harus kembali kehilangan pemain mereka setelah bek tengah Jan Vertonghen mengalami cedera. Untuk menggantikan posisi dari Vertonghen, pelatih Mauricio Pochettino memasukkan Moussa Sissoko untuk mempertajam daya serang timnya.

Memasuki babak kedua, serangan Spurs terlihat lebih intens dengan beberapa kali duet Dele Alli dan Lucas Moura merepotkan lini belakang Ajax yang mulai terlihat goyah. Onana terlihat mulai dipaksa untuk jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari ancaman para pemain Spurs.

Meski memegang kendali permainan, serangan Spurs terlihat kurang efektif dalam melakukan penyelesaian akhir. Perlahan permainan Ajax mulai kembali terorganisir dengan baik lewat duet bek tengah tangguh yang digalang oleh kapten tim Matthijs de Ligt serta Daley Blind.

Terus menyerang membuat lini belakang Spurs lengah dan hal itu hampir menghadirkan petaka bagi tuan rumah andai tembakan David Neres yang sudah memperdayai Hugo Lloris tidak menghantam tiang gawang di menit ke-78. Meski Spurs terus berupaya keras untuk menghindar dari kekalahan, namun hingga pertandingan berakhir keunggulan satu gol Ajax ini tetap tidak berubah.