Klopp Ungkap Penyebab Liverpool Kalah 2-3 Dari Atletico Madrid

Sang Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, akhirnya mengatakan apa penyebab dari kekalahan timnya 2-3 dari klub Atletico Madrid dalam leg II babak 16 besar pada Liga Champions 2019-2020, Kamis dini hari WIB yang lalu. Klopp berpendapat apabila skuad Liverpool mengalami kekalahan diakibatkan oleh kelelahan, terutama sesudah mereka mencetak gol yang kedua via Roberto Firmino pada menit ke 94.

Tertinggal agregat 0-1 pada babak pertama, membuat skuad Liverpool akhirnya tampil lebih gila di Stadion Anfield. Semenjak permulaan laga, Klopp telah memerintahkan kepada Mohamed Salah dan teman temannya untuk menggempur pertahanan rapat yang dibangun Atletico Madrid rancangan Diego Simeone.

Dan hasilnya menelorkan hasil pada menit ke 43, sesudah Georginio Wijnaldum mencetak gol lewat sundulan sesudah menerima umpan silang dari Alex Oxlade-Chamberlain. Kedudukan pun berubah 1-0 dan bertahan sampai waktu normal 90 menit selesai. Dikarenakan agregat yang sama kuat dengan skor 1-1, duel diteruskan ke babak tambahan 2×15 menit.

Dan pada saat babak tambahan baru berjalan empat menit, Liverpool akhirnya menambah koleksi keunggulan lewat tendangan Roberto Firmino. Gol tersebut bisa membuat Liverpool unggul dengan kedudukan 2-0 dan apabila skor bertahan sampai selesai, mereka akan melaju ke perempatfinal.

Akan tetapi, berjarak hanya 167 detik dari gol yang diciptakan oleh Firmino, Atletico Madrid mempertipis skor menjadi 1-2 melalui tendangan dari Marcos Llorente. Keadaan tersebut membuat mental pasukan Liverpool sedikit terganggu. Karena, skor 1-2 ini telah cukup untuk Atletico Madrid melaju ke perempatfinal.

Akibatnya, dalam keadaan fisik yang menurun karena terus-menerus menggempur pertahanan Atletico, Liverpool jadi lupa dengan pertahanan. Karenanya, Atletico malah mampu membalikkan kedudukan melalui tendangan Marcos Llorente di menit ke 106 serta Alvaro Morata (121’). Atletico Madrid akhirnya menang 3-2 atas Liverpool dan melaju ke perempatfinal sesudah unggul agregat 4-2.

“Sesudah gol yang kedua, kaki kami sedikit kelelahan. Segala sesuatu yang nampak alami di 90 menit pada awal menjadi sedikit kaku. Umpan-umpan silang tidak lagi mempunyai kualitas yang sama. Kami hanya ingin mempertahankan kualitas seperti pada 90 menit awal, tetapi mereka melupakan hal tersebut,” kata Klopp melansir dari halaman resmi UEFA, pada kamis kemaren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *